Angka penyandang stunting Banyuroto masih cukup tinggi. Pada tahun 2020 ada sekitar 16 anak stunting dari angka 100 lebih balita di Kalurahan. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka stunting nasional, Pemerintah Kalurahan Banyuroto pada 4 tahun terakhir terus menganggarkan kegiatan konvergensi stunting melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan. Demikian juga dalam perencanaan kegiatan 2022, Kalurahan Banyuroto tetap konsisten menjalankan program pemerintah tersebut.
Sebagai bagian dari proses perencanaan tahun anggaran 2022, Kamis 15 April 2022 Pemerintah Kalurahan Banyuroto mengadakan musyawarah/rembug stunting. Hadir sebagai narasumber Dwi Widyastuti, R Cahyo dari Puskesmas Nanggulan dan Adi Prasetyani dari Pendamping Kapanewon. Pejabat dari Kapanewon Nanggulan yang hadir Suparno, SIP selaku Kepala Jawatan Praja.
Musyawarah mengundang perwakilan kader yandu, pengelola PAUD, Anggota BPK, Karang Taruna, Pamong dan unsur lembaga kemasyarakatan lainya menyepakati beberapa usulan kegiatan. Selain mempertahankan program konvergensi stunting yang telah berjalan, perwakilan peserta Sugiasih, S.Pd yang juga merupakan kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kalurahan menyampaikan usulan pelatihan pembuatan makanan pendamping asi (MPASI) bagi ibu hamil, pelatihan bagi pasangan usia subur (PUS), pelatihan tenaga pendidik PAUD dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang kurang gizi.
Hasil musyawarah rembug stunting akan jadi masukan perencanaan kegiatan tahun 2022, disamping usulan melalui Musdus dan Muskal.