Banyuwarta(14/10), Tim bola voli putra pedukuhan Brangkal, Amoeba berhasil menjadi juara I turnamen bola voli yang diadakan Karang Taruna Desa Banyuroto dalam gelaran final TBM Cup I 2019 semalam di lapangan bola voli Brangkal. Tim Amoeba berhasil mengatasi permainan terbaik dari tim Pamor, Sambiroto 3-0 dengan skor 25, 25, 25 (Amoeba) dan 9, 13, 13 (Pamor). Tim Amoeba mengusung pemain andalan Anjar sebagai kapten tim dengan pemain pendukung Untoro, Yudi, Ganang, Paijo, Pepy dan pemain naturalisasi Endro. Sementara tim Pamor menerjunkan Sumar sebagai kapten tim dengan Boncel, Yudi, Rangga, Paryono, Jadel, Joni dan pemain senior Nurcahyo.
Sementara itu perebutan posisi 3 yang main pada jam pertama mempertandingkan tim bola voli Gapyak Sumanak, Dlingo dengan Garda Muda, Ngangin-angin. Bermain menegangkan dari awal Tim Gapyak Sumanak berhasil menyudahi perlawanan tim Garda Muda di nilai 3-0 dengan angka kemenangan 27-25, 25-17 dan 25 -14. Sempat terjadi deuce dua kali di set pertama, namun tim Gapyak Sumanak berhasil menyudahi game dengan skor 27-25.
Dengan hasil pertandingan di atas maka kejuaran turnamen bola voli TBM Cup I 2019 juara I tim Amoeba Brangkal, juara II Pamor Sambiroto, juara III Gapyak Sumanak, juara harapan I Garda Muda Ngangin-angin. Masing mendapatkan piala dan uang pembinaan dari panitia dan sponsor. Khusus Amoeba juga mendapatkan Piala Bergilir dari Kepala Desa Banyuroto, sementara tuan rumah TBM Cup II 2020 yang akan datang adalah pedukuhan Sambiroto.
Di sela-sela pertandingan, Sudalja Kepala Desa Banyuroto merasa bersyukur turnamen perdana Karang Taruna ini berjalan tertib aman dan lancar, semoga penyelenggaraan ke depan makin meriah dan menjadi sarana hiburan bagi Masyarakat. Selain itu Lilik Sumarwan selaku Ketua Panitia juga merasa bangga bahwa para pemuda Karang Taruna Desa Banyuroto sudah berhasil menunjukkan kemampuan dan sportifitasnya. Setelah mengamati pertandingan demi pertandingan Lilik semakin yakin tujuan pencarian bibit-bibit pemain berbakat dari turnamen ini tercapai. "Saya bangga dan optimis dengan generasi Banyuroto', tungkasnya. Terpisah, mantan atlet bola voli Banyuroto yang juga Ketua BPD Banyuroto, Sumardiyana merasa terharu dengan capaian ini. Hasil turnamen ini mengingatkan kejayaan bola voli Desa Banyuroto pada dekade 80-90an, dimana waktu itu masing-masing pedukuhan di Desa Banyuroto memiliki banyak pemain bola voli terbaik, saking baiknya bahkan sering pemain lokal Banyuroto di'bon' memperkuat tim di luar wilayah, tentu dengan kompensasi rupiah ang pantas. "Melalui olah raga seperti ini persatuan dan silaturahmi antar pedukuhan terjaga dan terjalin, di tengah ancaman disintegrasi bangsa hanya melalui olah raga dan seni yang dapat mempersatukan", kata Sumardiyana di akhir wawancara. (wyt01)